Kembara mencari Wadi

Kembara mencari Wadi

Don't miss even a single word....
It's Too good


An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty.
He asks one of his new students to stand and.....


Prof:

So you believe in God?


Student:

Absolutely, sir.

Prof:

Is God good?

Student:

Sure.

Prof:

Is God all-powerful?

Student:

Yes..

Prof:
My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him.
Most of us would attempt to help others who are ill.
But God didn't. How is this God good then? Hmm?

(Student is silent.)

Prof:
You can't answer, can you?
Let's start again, young fella.
Is God good?


Student:

Yes.

Prof:

Is Satan good?

Student:

No.

Prof:
Where does Satan come from?


Student:

From....God. ..

Prof:
That's right.
Tell me son, is there evil in this world?


Student:

Yes.

Prof:
Evil is everywhere, isn't it?
And God did make everything, Correct?


Student:

Yes.

Prof:

So who created evil?
(Student does not answer.)

Prof:
Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness?
All these terrible things exist in the world, don't they?


Student:

Yes, sir.

Prof:

So, who created them?
(Student has no answer.)

Prof:
Science says you have
5 senses you use to identify and observe the world around you.
Tell me, son...Have you ever
seen God?

Student:

No, sir.

Prof:
Tell us if you have ever heard your God?


Student:

No, sir.

Prof:
Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God?
Have you ever had any sensory perception of God for that matter?


Student:

No, sir. I'm afraid I haven't.


Prof:
Yet you still believe in Him?


Student:

Yes.

Prof:
According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your 'GOD' doesn't exist.
What do you say to that, son?


Student:

Nothing. I only have my faith.


Prof:
Yes, Faith. And that is the problem science has.


Student:

Professor, is there such a thing as heat?


Prof:

Yes.

Student:
And is there such a thing as cold?


Prof:

Yes.

Student:

No sir. There isn't.
(The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)


Student:
Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat..
But we don't have anything called cold.
We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't
go any further after that.

There is no such thing as cold
.
Cold is only a word we use to describe the absence of heat.
We cannot measure cold.
Heat is energy.
Cold is not the opposite of heat, sir,
just the absence of it .
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)


Student:

What about darkness, Professor?
Is there such a thing as darkness?


Prof:

Yes. What is night if there isn't darkness?


Student :

You're wrong again, sir.
Darkness is the absence of something.
You can have low light, normal light, bright light, flashing light....
But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't.
If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?


Prof:

So what is the point you are making, young man?


Student:

Sir, my point is your philosophical premise is flawed.


Prof:

Flawed? Can you explain how?


Student:

Sir, you are working on the premise of duality.
You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God.
You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure.
Sir, science can't even explain a thought..
It uses
electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.
To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.
Death is not the opposite of life: just the absence of it.
Now tell me, Professor.
Do you teach your students that they evolved from a monkey?


Prof:

If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.


Student:
Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)


Student:

Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)


Student:

Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)


Student:

Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it?
No one appears to have done so.
So, according to the established rules of empirical, testable, demonstrable protocol, science says that you have no brain, sir.
With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )


Prof:
I guess you'll have to take them on faith, son.


Student:

That is it sir...
The link between man & god is FAITH.
That is all that keeps things moving & alive.

I believe you have enjoyed the conversation. ..and if so...you'll probably want your friends/colleagues to enjoy the same...won't you?....
this is a true story, and the
student was none other than........ ..
..
APJ Abdul Kalam, the former president of India

Imtihan...



Bismillah..setinggi selawat dan sesempurna salam untuk hadrat kekasih hati, malam yang hening..malam ini ku isi waktu dengan sambungan nota adab arabi (sastera arab)..InsyaAllah berbaki 6 hari sebelum mula imtihan niha'i.


.::Camar yang pulang ::.

Selesai imtihan, banyak tugasan lain menunggu. Teringat kata imam Syeikh Ahmad, tanggungjawab adalah satu taklif (amanah), bukannya satu tasyrif (kemuliaan). Dan tiada kemuliaan datang tanpa taklif. Atas keperluan ini juga akan berdiri satu kaedah fiqh iaitu 'ma lam yatimmul wajib fa huwa wajib'. Dalam erti kata lain, 'sesuatu perkara yang tidak sempurna perkara wajib tanpanya, adalah wajib'.

Mendaulat kalimah Allah adalah fardhu ain kepada semua muslim mukallaf. Secara tipikalnya, kerja dakwah ini juga adalah sebahagian pecahan darinya. Jika ia belum sempurna,maka wajib ke atas kita untuk menyempurnakannya. Walaupun apa caranya, asalkan matlamatnya tetap sama.


Pemahaman tuntas terhadap prinsip ini akan membawa para da'i mengenali kemampuannya untuk bangun melaksanakan tugas dakwah. Inilah jawapan bagi mereka yang sering berfikir, "mengapa perlu bersusah-susah bersengkang mata cari idea untuk kerja dakwah,sedangkan sudah ramai pendakwah di malaysia.."

Justeru, mari rapatkan saf sama-sama mengubah paradigma muslim. Tapi adakalanya para da'i alpa bila mana di uji. Padahal ianya tidak lain hanyalah satu peluang untuk kita membuktikan kepada Allah keikhlasan hati dalam perjuangan. Ayuhlah, ujian mematangkan kita dan jangan bicara tentang perjuangan kalau takut dilukai.

Beberapa rencana diatur sepanjang fatrah cuti di Malaysia nanti setelah imtihan. Antaranya:

-19 Jun 2010 : tamat imtihan

-26 Jun 2010 : terbang pulang ke Malaysia

-27 Jun 2010 : tiba di KLIA jam 9.15 malam

30 Jun : Mesyuarat Dasar Pelaksana Kem Nadwah SAMTTAR

1 Julai : Mesyuarat Pelarasan Program Orientasi AQ

8 Julai : Persiapan Fasa Akhir KNSQ SAMTTAR

13 Julai : Mesyuarat Pelarasan dan Taklimat fasilitator PROTEEM masjid Putrajaya

Menjaga Aib Saudara Kita


Aib adalah merujuk kepada rasa malu oleh sesaorang atau orang yang dekat dengan sesaorang akan sesuatu keadaan yang tidak elok mengenai sesaorang itu tertedah atau diketahui umum. Rasa malu ini boleh membawa kepada kesan saikologi yang sangat negatif kepada sesaorang yang diaibkan itu, sehingga memungkin sesaorang itu mencabut nyawanya sendiri atau mengalami gangguan mental yang amat dahsyat.

Ajaran Islam melarang keras aib sesaorang itu didedahkan atau diceritakan. Islam mengajar kita agar kita orang-orang beriman tidak sekali-kali berkata-kata walau apa dan macam mana sekalipun tentang sesuatu keadaan yang tidak elok mengenai sesaorang.

Allah swt berfirman dalam Surah Al Hujarat Ayat 12 bermaksud:

[49.12] Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.

Sabda Rasulullah Sallallahu ’alaihi wasallam yang bermaksud:

“Wahai golongan yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum Muslimin dan janganlah mengintip keaiban mereka, maka barang siapa yang mengintip keaiban saudaranya, nescaya Allah akan mengintip keaibannya dan siapa yang diintip Allah akan keaibannya maka Allah akan membuka keaibannya walaupun dirahsiakan di lubang kenderaannya.”
(Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Kita sepatutnya menutup aib sesama Muslim dan berhenti daripada menyebut-nyebut serta menyiarkannya, sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya orang-orang yang suka menghebah (menyiarkan) tuduhan-tuduhan yang buruk dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat.” (Surah an-Nûr:19)

Sabda Rasulullah Sallallhu ’alaihi wasallam lagi yang bermaksud:

“Barang siapa menutup aib seseorang Islam, maka Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan di akhirat.
(Hadis riwayat at-Tirmidzi)

"Tiada seorang yang menutupi aurat( keaiban) orang di dunia, melainkan Allah akan menutupi keaibannya di hari kiamat." (Hadis riwayat Muslim)

Tidaklah seseorang itu banyak bercakap akan aib orang lain, menyebutkan kesalahan dan mendedahkan aib mereka melainkan orang itu orang munafiq yang terhina.

Jadi adalah wajib bagi setiap Muslim, menutup aib saudaranya dan malah hendaklah menasihatkan secara sulit, lemah lembut dan penuh hikmah kerana bimbang saudaranya itu akan ditimpa celaka dengan sebab perbuatannya itu.

Dari 'Aisyah radhiallahu'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Janganlah engkau semua memaki-maki orang-orang yang sudah mati, sebab sesungguhnya mereka itu telah sampai kepada amalan-amalan mereka yang sudah dikerjakan dahulu -sewaktu di dunia, baik kebajikan atau kejahatan." (Hadis riwayat Bukhari)

Allah amat murka kepada mereka yang menyebarkan keaiban di dalam masyarakat. Sehingga disebabkan mereka maka masyarakat menganggap kejahatan itu merupakan suatu yang biasa dan masyarakat merasa tidak aman daripada buah mulut orang lain. Kerana itulah Allah SWT mengharamkan mengumpat sebagaimana yang difirmankan di dalam ayat berikut:

Keaiban kadangkala dianggap suatu yang baik untuk dikongsi di atas banyak sebab, antaranya untuk melepaskan tekanan perasaan, untuk menimbulkan rasa insaf, sebagai pelajaran bagi orang lain, untuk menjadikan diri dipandang mulia, memberi alasan dan sebagainya. Atas apa alasan pun, membocorkan keaiban merupakan suatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul. Rasulullah SAW bersabda:

"Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Dia tidak menganiayanya dan tidak pula membiarkan dia teraniaya. Siapa yang menolong keperluan saudaranya maka Allah akan menolong keperluannya pula. Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Dan siapa yang menutup keaiban seorang Muslim, maka Allah SWT akan menutup keaibannya di hari akhirat." (HR Bukhari)

Bahkan, keaiban yang dilarang untuk diceritakan itu bukan cuma keaiban orang lain. Keaiban diri sendiri juga harus dan perlu ditutup oleh setiap orang. Rasulullah SAW bersabda:

"Semua umat ku selamat kecuali orang yang terang-terangan melakukan dosa. Dan termasuk terang-terangan itu adalah seorang yang melakukan dosa di waktu malam gelap mendadak pagi-pagi diceritakan kepada orang lain. Padahal semalam Allah telah menutupi dosanya itu tetapi setelah paginya dia membuka apa yang Allah tutup itu." (HR Bukhari dan Muslim)

Seandainya keaiban tadi adalah keaiban orang lain pula, maka itu sudah masuk ke dalam kategori mengumpat dan seperti yang Allah fimankan tadi, perbuatan itu diumpamakan seperti memakan daging saudara kita yang telah mati. Jelas perbuatan ini merupakan punca perpecahan dan perbalahan sesama muslim. Bahkan, seperti juga membuka aib sendiri, membuka keaiban orang lain juga memotivasi orang yang mendengar untuk berkongsi keaiban orang lain yang dia ketahui juga. Maka tersebar luaslah keburukan dan keaiban di dalam masyarakat sehingga terbuka luaslah pintu-pintu kehancuran, fitnah dan perpecahan di dalam masyarakat.

Setiap orang mempunyai keaiban dan tidak ada seorang pun yang terlepas dari melakukan kesalahan. Rasulullah SAW bersabda,

"Setiap daripada kamu adalah orang yang berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat."( HR Ahmad).

Maka, selagi mana perbuatannya itu tidak dilakukan secara terang terangan maka perlakuan itu haruslah dirahsiakan dan dia tidak dihukum disebabkan dosanya itu.

Dari Umar bin Khattab ra, katanya

"Manusia pada zaman Rasulullah SAW berhukum dgn dasar wahyu, dan sekarang wahyu telah tidak turun lagi, sekarang kamu kami hukum dengan menurut apa yang nyata bagi kami tentang kerja mu. Barang siapa yang nyata bagi kami baik, kami amankan dan kami benarkan. Kami tiada mengetahui sesuatu yang dirahsiakan, hanya tuhan yang menghitung yang dirahsiakannya itu. Siapa yang nyata bagi kami jahat, tidak kami amankan dan tidak kami benarkan, walaupun dia mengatakan bahawa yang dirahsiakan hatinya baik. (HR Bukhari)

Bahkan barangsiapa yang melakukan kesalahan yang sepatutnya dijatuhi hukuman hudud sekalipun ke atasnya, lalu Allah menutupi keaibannya itu, maka dia seharusnya menyembunyikan keaibannya itu lalu bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melakukan kesalahan hudud lalu disegerakan hukumannya di atas dunia, maka adalah Allah terlalu adil untuk mengenakan padanya hukuman kali kedua di akhirat. Barang siapa yang melakukan kesalahan hudud lalu kesalahannya ditutup oleh Allah SWT, sehingga dia terlepas darinya, maka Allah adalah teramat pemurah untuk menghukum orang yang telah dilepaskan dari hukuman oleh-Nya." (HR Ahmad, dia berkata hasan gharib. Al-Hakim, dia berkata sahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim).

Begitulah bagaimana Islam sangat-sangat menuntut kita agar menjaga aib sesaorang dan juga aib kita sendiri. Sebaiknya adalah kita hendaklah kurang bercakap kecuali atas hal-hal yang penting dan perlu.

Begitu juga membaca bahan-bahan yang senantiasa membuka aib orang lain yang sangat banyak dipasaran hari ini.

Wallahu a'lam.

salinan dari laman blog saudara aiman,
untuk koleksi gambar kunjungi laman blog sahabat kita ni,
http://www.aimankisah.blogspot.com/

Hampir dua bulan blog ini tidak dikemaskini kerana aktiviti agak padat di samping peperiksaan semester pertama yang baru sahaja berlalu jadi kini ada sedikit waktu yang sesuai untuk menceritakan sedikit pengalaman kembara dan menjelajah ke Semenanjung Sinai yang di sana terletak banyak tinggalan sejarah para anbiya dan tempat peranginan bagi sesiapa yang ingin mencari ketenangan terutama bagi pelajar-pelajar yang baru sahaja habis menamatkan peperiksaan. Program jaulah yang kami sertai iaitu pelajar Kuliah Ulum ialah bawah seliaan dan kendalian Bahagian Perhubungan dan Pelancongan Dewan Malaysia Abbasiah Kaherah (DMAK). Jaulah selama 3 hari 2 malam bermula 8 hingga 10 Februari 2010 dan bayaran sebanyak 180 LE dipandu oleh pemandu pelancong yang memang berpengalaman membawa pelancong ke Semenanjung Sinai sebanyak 9 kali iaitu Ustaz Taha Hasan. Bayaran yang dikenakan antara yang termurah jika dibandingkan dengan anjuran Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta Badan Kebajikan Anak Negeri (BKAN) yang lain kerana mendapat bantuan daripada Jabatan Penuntut Malaysia Kaherah (JPMK). Bilangan peserta dan ajk seramai 42 orang serta seorang pegawai dari kedutaan Ustaz Zulkifli Din bertolak dari DMAK pagi Isnin jam 2 pagi menaiki sebuah bas dan jaulah yang pertama kali dianjurkan oleh DMAK ini sebanyak dua trip iaitu trip pertama lelaki sahaja dan kedua bagi pelajar perempuan yang bertolak pada 12 hingga 14 Feb pula. Jadi antara tempat yang kami lewati dan singgahi sepanjang perjalanan :
1. Melalui Terusan Suez kami singgah solat subuh ditempat bernama Nakhl. Kami tiba hampir jam 6 pagi dan keadaan angin di situ memang sejuk dan apabila bercakap asap yang keluar macam hisap rokok. Sepatutnya destinasi pertama kami ialah tinggalan kem tentera Israel tetapi waktu kami tiba terlalu awal seawall 4 pagi dan tempat itu belum dibuka.

2. Seterusnya terus menuju ke kawasan bernama Taba terletak di tepi laut. Di situ merupakan sempadan antara Mesir dan Israel dan dapat dilihat pos kawalan tentera Israel. Terdapat juga di sana Hotel Hilton yang selalu menjadi sasaran serangan bom dan telah banyak pelancong terutama pelancong Israel mati kerana serangan tersebut pada suatu masa dahulu. Untuk melawat dengan lebih dekat kawasan tersebut pelancong perlu membayar sebanyak 75 LE jadi keputusan tidak masuk kerana itu bukanlah matlamat tempat yang hendak kami lawati. Maklumat yang kami dapat tempat tersebut ialah di situ tidak ditempatkan tentera Mesir dan yang dibenarkan cuma polis serta kawasan sekitar tidak dimajukan untuk pertanian kerana hasil perjanjian David.

Jadi kami menuju ke tempat yang memang kami hendak lawati iaitu Perkampungan Salahudin al Ayyubi. Kami tiba pun agak awal jam 8 pagi dan tempat tersebut dibuka jam 9 pagi jadi tunggu seketika sambil bergambar di kawasan sekitar berlatar belakangkan bukit bukau yang indah. Perkampungan itu telah dimajukan dan terdapat hotel bagi pelancong bermalam. Tempat bersejarah yang terletak di situ ialah salah satu antara kubu Salahuddin Al Ayyubi selain dari yang terletak di Kaherah dan Iskandariah. Bagi menuju ke kubu tersebut pelancong perlu menaiki bot hampir lima minit sahaja kerana kubu terletak di tengah laut. Pemandangan air laut memang begitu indah dan menenangkan. Teknologi terawal yang telah dilakukan oleh Salahuddin al Ayyubi ialah menukar air laut yang masin menjadi air tawar bagi kegunaan tentera untuk berwudhuk dan minum serta sebagainya. Caranya ialah dengan meletakkan batu sehingga rapat dan mengalirkan air melalui batu itu. Garam akan terlekat di permukaan batu dan yang terhasil Cuma air tawar. Jadi boleh dilihat kebijaksanaan Panglima Islam dalam menghasilkan teknologi biarpun pada waktu itu belum terdapat kemudahan yang canggih seperti di zaman sekarang.

3. Seterusnya kami terus menuju ke Dahab dan perjalanan memakan masa hampir 3 jam. Tengah hari jam 2 petang kami pun tiba di pantai dahab dan terus ke chalet kami bermalam. Selesai makan tengah hari dan solat jama’ zohor dan asar, peserta diberi kebebasan sehinggalah keesokan harinya. Memang peluang terbaik buat kami bagi menyegarkan badan yang lesu. Masing-masing dan bercadang hendak mandi laut. Jadi berbekalkan 10 LE untuk menyewa alat bagi snorkeling dan cukup untuk mandi dan melihat keindahan batu karang yang terdapat di dalam Laut Merah. Keadaan di Dahab penuh dengan pelancong asing dan sepanjang laut terdapat restoren makanan laut dan harganya pun berpatutan.Sejarah asal perkataan Dahab ialah zahab ataupun dalam arabnya bermaksud emas tapi diammikan dan menjadi dahab kerana di sana terdapat bukit bukau dan pada waktu senja kelihatan warnanya seakan-akan emas hasil pantulan cahaya matahari.
Pada malamnya kami kebetulan bertemu dengan rombongan dari Tanta yang baru pulang dari mendaki Bukit Sinai dan mereka bermalam sehari di situ sebelum bertolak pulang ke Kaherah keesokannya.

4. Dah puas bermandi-manda dan membeli sedikit cenderamata untuk dibawa pulang ke Kaherah, jam 11 pagi kami bertolak ke Sinai dan kawasan Saint Catherine.Kami melalui sepanjang banjaran Tiih yang disebut dalam alquran.


26. Allah berfirman: "Sesungguhnya negeri itu diharamkan kepada mereka memasukinya - selama empat puluh tahun, mereka akan merayau-rayau Dengan bingungnya (di sepanjang masa Yang tersebut) di padang pasir (Sinai); maka janganlah Engkau berdukacita terhadap kaum Yang fasik itu".

Sepanjang perjalanan ke Sinai kami dapat melihat keindahan bukit-bukau yang pelbagai bentuk serta padang pasir yang luas terbentang ciptaan Allah.
Destinasi seterusnya kami lawati sebelum tiba di Saint Catherine ialah kawasan terletaknya patung lembu Samiri yang kisahnya disebutkan dalam Al Quran.



93. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat[74] perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).

[74]. Perbuatan jahat yang mereka kerjakan ialah menyembah anak sapi, membunuh nabi-nabi dan melanggar janji.

Lembu itu direka oleh Samiri dengan cara menyuruh pengikutnya memberi semua emas milik mereka untuk dijadikan patung anak lembu tersebut, ada juga mengatakan patung itu terhasil melalui pantulan cahaya matahari. Apabila angin melalui lubang yang terdapat pada patung itu di bahagian depan akan terhasil bunyi seolah-olah patung itu bernyawa.Kesemua pengikutnya percaya dengan tipu daya Samiri. Patung itu dibuat semasa pemergian Nabi Musa selama 40 hari bagi menerima wahyu taurat dari Allah. Dapat dilihat bentuk anak lembu agak jelas dengan mata serta 4 kaki. Bertentangan dengan patung itu terdapat makan Nabi Harun dan disebelahnya terdapat gereja. Peliknya setiap makam nabi ada sahaja gereja.

5. Seterusya kami menetap di chalet berikutnya dan selesai solat zohor dan asar secara jama’ di Masjid Wadi al Muqaddas, semua peserta di bawa ke Mata Air 12 yang disebut dalam Al-Quran Wadi Arbain. Perjalanan sejauh hamper 5 km dikelilingi batu dan bukit serta latihan awal sebelumnya malamnya kami akan mendaki Gunung Sinai. Sejarah Mata Air 12 ialah pengikut Nabi Musa telah mengadu kehausan lantas Allah menyuruh Nabi Musa menghentak batu dengan tongkat lalu terhasillah 12 mata air bagi 12 kaum. Ada pihak cuba mengubah batu itu tapi tidak berdaya kerana kuasa Allah ingin mengekalkan kedudukan batu tersebut di situ.


60. Dan (ingatlah) ketika Nabi Musa memohon supaya diberi air untuk kaumnya, maka Kami berfirman: "Pukulah batu itu Dengan tongkatmu", (ia pun memukulnya), folalu terpancutlah dari batu itu dua belas mata air; Sesungguhnya tiap-tiap satu puak (di antara mereka) telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. (dan Kami berfirman): "Makanlah dan minumlah kamu dari rezeki Allah itu, dan janganlah kamu merebakkan bencana kerosakan di muka bumi".


Dan Kami membahagikan mereka (Bani Israil) menjadi dua belas suku, sebagai golongan-golongan besar, dan Kami wahyukan kepada Nabi Musa, ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukulah batu itu Dengan tongkatmu." maka terpancarlah daripadanya dua belas mata air. tiap-tiap golongan (di antara mereka) mengetahui tempat masing-masing. dan Kami naungi mereka Dengan awan, dan Kami turunkan kepada mereka "Mann" dan "Salwa". (lalu Kami berfirman): "Makanlah dari baik-baik Yang Kami telah kurniakan kepada kamu". dan tidaklah mereka menganiaya Kami (dengan kekufuran mereka), tetapi mereka adalah menganiaya diri mereka sendiri.

Manakala Wadi Arbain atau Wadi 40 ialah merupakan tempat persidangan 40 nabi lain bersama Nabi Musa bagi membincangkan masalah pada setiap tahun. Dapat dilihat Cuma di kawasan itu sahaja terdapat tumbuhan yang merupakan pokok zaitun subur dan berdekatan tempat tersebut terdapat perkampungan badawi yang berulang alik ke pekan setiap hari berjalan kaki atau menaiki unta bagi membeli kelengkapan harian.

6 Setelah melihat semua tempat tinggalan sejarah tadi, semua peserta berjalan pulang ke chalet untuk berehat bagi mendapatkan tenaga untuk mendaki gunung Sinai pada malamnya nanti. Setibanya di chalet kami semua dihidangkan dengan juadah yang sedap dan peserta kesemuanya kelihatan berselera kerana terlalu lapar dan letih berjalan sejauh 5 km sebentar tadi. Jam 11.45 malam ada taklimat disampaikan oleh Ustaz Taha Hasan sebelum perjalanan kami mendaki Bukit Sinai dan kami diagihkan kepada beberapa kumpulan kecil yang diketuai oleh pelajar perubatan bagi memudahkan pergerakan mendaki sekiranya terdapat peserta yang sakit sepanjang perjalanan. Jam 2 pagi kami mendaki bersama ramai lagi peserta lain seperti Perubatan dari Kaherah yang terdiri dari pelajar perempuan. Terdapat 8 checkpoint sebelum sampai ke puncak dan terdapat teh dijual untuk menghilangkan sejuk tetapi harga memang mahal memandangkan atas bukit. Ketinggian bukit Sinai 2280 km dan suhu rendah hingga pernah mencecah negative 5 celcius sehingga ada salji. Perjalanan yang agak memenatkan selama hampir 4 jam lebih akhirnya membuahkan hasil kerana di atas puncak sana kami dapat melihat matahari terbit dan sempat solat subuh di surau di atas. Terlintas di fikiran bagaimana keadaan Nabi Musa mendaki dalam suasana kelam dan sejuk serta kawasan yang curam. Kelihatan ramai peserta lain dari pelbagai tempat seperti Mansoura,Tanta, Iskandariah dan ada juga yang dating dari Jordan untuk mendaki Gunung Sinai. Pelancong asing turut ramai seperti dari Jerman, Chile dan sebagainya. Kami sempat melihat kawasan berbatu yang menjadi tempat Nabi Musa bersembunyi sebelum melihat Allah kerana terlalu takut dengan kekuasaanNya.


Jam 7 pagi kami bersiap turun dan ketika pulang kami mengikuti jalan lain bagi menyaksikan satu lagi tinggalan sejarah iaitu tempat perkampungan Nabi Ilyas dan pengikutnya dan pokok di mana baginda selalu bersandar pada suatu masa dahulu. Jalan ketika pulang agak curam dan lebih cepat daripada jalan ketika mendaki naik.

7. Seterusnya kami bertolak keluar dari Sinai dan menuju ke U’yun Musa. Di sana kami melawat kawasan telaga 12 yang menjadi sumber air kepada 12 kaum Nabi Musa selepas lari melepasi laut merah yang terbelah bagi menyelamatkan diri dari Firaun dan bala tenteranya. 8 Jadi sampai ke destinasi terakhir jaulah kami ke semenanjung Sinai iaitu Kem Tentera Israel atau namanya Kubu Berlief yang kami tangguhkan di awal perjalanan kerana tiba terlalu awal sebelum dibuka. Kini kawasan tersebut dijaga dan dikawal oleh tentera Mesir. Pada suatu masa dahulu semasa perang Mesir-Israel, kem tersebut merupakan tempat kawalan tentera Israel dan terdapat meriam yang digunakan untuk menyerang Terusan Suez bagi menguasai minyak di sana. Sehingga sekarang Israel masih ingin menguasai sumber minyak di sana sehinggakan pernah mengorek bagi mendapatkan minyak tetapi dengan kuasa Allah yang keluar ialah air panas. Di kem tersebut terdapat pos kawalan dan 6 kem kecil. Setiap kem dibuat daripada besi rel kereta api yang keras yang diatasnya diletakkan 3 tembok batu yang besar diikat dalam dawai besi dan dikambus dengan pasir. Tujuannya ialah apabila serangan dilakukan oleh tentera Mesir, batu tadi pecah seterusnya akan menjadikan benteng tadi bertambah lebih kuat. Serangan bertalu-talu tentera Mesir ke atas benteng tentera Israel tidak membuahkan hasil. Tentera Mesir pada awalnya sukar untuk mengalahkan tentera Israel akhirnya dengan izin Allah, salah seorang dari Syeikhul Azhar Syeikh Halim Mahmud telah bermimpi supaya mencurahkan air ke atas pasir dan pasir yang menutupi benteng mendap dan tentera Mesir berjaya mengalahkan tentera Israel laknatullah. Apabila Mesir mendapat kawasan tersebut, Presiden lalu Jamal Abdul Nasir telah mengarahkan untuk menghapuskan sebahagian kem kecil tersebut dengan menggunakan TNT. Kami dibawa melihat peralatan yang digunakan oleh tentera Isarel dan diterangkan rahsia di sebalik bendera Israel yang mempunyai 6 bucu dan dua garisan di atas dan bawah bintang tersebut . Enam Negara yang dimaksudkan ialah Mesir, Palestin, Jordan, Lubnan, Syiria dan Iraq. Jadi memang munasabah kenapa Mesir menghabiskan banyak duit untuk pertahanan. Akhirnya kami bergerak pulang ke Kaherah dengan melalui Terowong Ahmad Hamdi merentasi Terusan Suez yang memisahkan antara Benua Asia dan Afrika. Terowong tersebut dinisbahkan kepada nama Ahmad Hamdi kerana dahulunya beliau merupakan salah seorang syuhada dalam peperangan Mesir dan Israel. Selepas melepasi terowong kami singgah di masjid bagi menyempurnakan solat zohor dan asar secara jama’.

Alhamdulillah jam 6 malam kami selamat sampai di Dewan Malaysia Abbasiah Kaherah. Kami bersyukur kerana sepanjang perjalanan tidak ditimpa sebarang masalah dan musibah dan pada saya sendiri merasakan program jaulah pertama kali yang dianjurkan oleh pihak DMAK berjaya dan berharap dapat diadakan lagi pada masa akan datang. Jaulah ini yang bertemakan Tarbiah dan Ukhwah mencapai matlamtnya kerana sepanjang jaulah kami melihat tinggalan sejarah para anbiya dan melihat keindahan ciptaan Allah dan juga kenal mengenali antara sesama peserta lain yang bukan sahaj dari DMAK malah ada dari Perubatan Mansourah, BKAN lain dan yang lebih istimewa ada seorang peserta Kelantan dari Malaysia yang turut serta iaitu Ustaz Amin Hussin yang memang ramah dari UIA yang datang ke Mesir untuk membeli kitab di Pameran Buku Antarabangsa Kaherah seterusnya bersama kami jaulah ke Sinai. Terima kasih diucapkan kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjayakan program jaulah kali ini. Harapan kami nanti buat lagii jaulah…Best….sekiranya terdapat kesilapan fakta harap dapat dibetulkan kerana semua catatan merupakan imbas kembali apa yang saya dapat dari yang diceritakan oleh pemandu pelancong kami.

Album Jaulah Semenanjung Sinai '10


Pohon Nabi Ilyas alaihissalam

ARMA-sebelum bertolak
Chalet Dahab
Chalet St. Catherine,kaki Gunung Sinai
Pohon yang dikatakan wujud sejak zaman Nabi Allah Musa alaihissalam



Maqam Nabi Harun alaihissalam
Agenda Yahudi-Bekas Kem tentera Yahudi (Perang Mesir-Israel)
Bekas Kem tentera Yahudi (Perang Mesir-Israel)


Mata air 12-Wadi Arbain
Maqam Nabi Harun
Madinah Nakhlah




Qal'ah Sultan Salahuddin

Jaulah Semenanjung Sinai’10 Dewan Malaysia Kaherah,Republik Arab Mesir


Chalet Dahab



Madinah Nakhlah,Suez







Kesan ukiran lembu Samiri pada batu


Sempadan Mesir-Israel (Palestin)



Gurun Sinai




Bismillah..syukur ke hadratNya dengan kurnia inayah,qudrah dan hidayah kepada ku bersama-sama menjayakan program rehlah tersebut.Bertemakan “Jaulah Tautan dan Mahabbah” Alhamdulillah boleh dikatakan ianya mencapai misi pada tema,namun secara holistic,sebagai hati yang mencintakan kecemerlangan, ana masih belum punya kemampuan untuk berkata tentang kejayaan projek ini.


Walaubagaimanapun,program dua sesi tersebut –ikhwah:8 hingga 10 Febuari 2010 & akhawat 13-15 Febuari 2010 umumnya member pengalaman yang cukup bermakna bagi mereka yang mencintai alam sejarah dan hikmah.Justeru,seinfitini lafaz tasyakkur kepada Nya,serta setinggi-tinggi penghargaan didedikasikan khusus buat keseluruhan warga kerja dan sekretariat pelaksana program,juga tidak lupa kepada para peserta yang turut sama memberi komitmen tidak berbelah bagi dalam mengejar misi ini.


Alhamdulillah bagi diri yang kerdil ini,amat berasa puas hati setelah selesai sesi kedua jaulah..syabas kepada para jawatankuasa ikhwah yang menjadi tulang belakang program,daripada unit catering hinggalah kepada unit ‘air kotak dan biskut’yang telah bertungkus-lumus sejak fasa persiapan awal sampailah rombongan kami tiba semula di ARMA(DMAK).Pelbagai pengalaman baru yang takkan habis untuk dititipkan,namun Cuma sekadar sedikit perkongsian buat manfaat bersama.Kata hukama’:

“Orang yang bijak adalah orang yang belajar daripada pengalaman serta kesilapan orang lain.Orang yang sederhana adalah orang yang belajar dari dirinya sendiri.Dan golongan terakhir adalah mereka yang tidak mempelajari dari dirinya sendiri,bahkan juga dari orang lain.”

Salah satu telaga - 'uyun Musa

Inilah kata Abah yang selalu mengingatkan diriku supaya berhati-hati dalam urusan agama.Kerana agama adalah hidup..Lebih tertarik apabila kata-kata inilah yang sentiasa bermain dalam fikiran sepanjang perjalanan dua kali pergi balik ke semenanjung Sinai,-bumi bersejarah-Di sinilah tempatnya dimana Yahudi kaum nabi Allah Musa alahissalaam dan nabi Harun diuji,diberi nikmat,dan juga ianya tempat mereka menerima laknat Allah.Di banjaran Tih mereka disesatkan selama 40 tahun,di celahan gunung yang serupa kerana ingkar kepada ajaran Nabi Musa dan kufur kepada nikmat Allah setelah di lepaskan dari cengkaman Firaun.Sehingga Allah melaknat mereka dengan penghinaan kekal di sisi Allah dunia dan akhirat.

181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar."

Ali ‘Imran:181

Dan juga dalam surah al-Maidah ayat 64:

Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia[430]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

[430]. Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad s.a.w.

Ayat ini diturunkan pada ketika Rasulullah menghadapi tekanan hebat dari musuh Islam dan Muslim sehingga para sahabat mengambil keputusan untuk menjadi pengawal keselamatan Rasulullah.Kemudian diturunkan ayat ini menyatakan Allah akan melindungi Rasulullah dari kebinasaan ciptaan musuh-musuhnya.

-diriwayatkan at –Tabrani dari ibn Abbas radhiyallahu ‘anhum(asbab annuzul al-Imam as-Suyuti)


Bekas Kem tentera Yahudi
(Perang Mesir-Israel)




Berkelah di tengah gurun (bas rosak)



Wadi Arbain-Lembah
(tempat pertemuan 40 anbiya' dengan Nabi Musa alahimussalam)




Catatan hari pertama di Sinai 13 Febuari 2010

Dahab,Mesir

“Setiap amal ada waktunya, dan setiap waktu ada amalnya”



Alhamdulillah..Hadiah dari seorang sahabat,Dr. Ahmad Nazmi pelajar tahun 3 Perubatan Universiti Ain Syams semasa khatimah mesyuarat jawatankuasa pelaksana Program Kecemerlangan ARMA. Cukup bermakna nasihat ini bagiku. Kemuliaan keperibadiannya membuatkan diriku sentiasa maqam akhlaknya sebagai pedoman. Setiap kali liqa’ dengan beliau akan dibekalkan dengan nasihat yang amat berhikmah..pada hari yang sama, aku mencari apakah dia erti nasihat dan erti fitnah..bertanya kepada seorang senior bergelar ustaz, katanya secara ringkas “orang hari ni lazimnya akan anggap nasihat adalah pada tempat dan kadar yang bertepatan dengan perlakuan dibuat seseorang..tapi kalau tak betul, dikatakan fitnah.” Beberapa hari mengimbas apakah maknawi kalam ustaz tersebut..mungkin pada diriku juga ada sifat itu. Selalu minta diterima nasihat oleh orang lain, padahal bila orang menasihati ku pada hal yang baik dan untuk kebaikan, lantas akan terlintas buruk sangka kepadanya. Contohnya, A menasihati B supaya jauhkan diri daripada sesuatu kemungkaran.. Padahal situasi sebenarnya, B tidak pun melakukan maksiat..maka si terus memarahi B dengan mengatakan “wahai A, aku tidak pernah terfikir membuat kemungkaran, apatah lagi melakukannya dengan tanganku sendiri..ini adalah fitnah.” itulah realitinya umat manusia hari ini.. Pedoman pada tempat yang betul adalah nasihat, pada situasi yang umum dianggap fitnah”
Lupakah wahai anak Adam, pesan al –Mustafa kekasih Allah :
Dari Abi Ruqayyah Tamim bin Aus Ad- Dariy, dari Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya agama adalah nasihat.” Kami bertanya “kepada siapa?” Jawab baginda “kepada Allah, kitabnya, kepada Rasul-Nya, kepada seluruh umat Islam umumnya.”
HR Muslim


Dari Jarir bin Abdullah ra : “aku telah menyaksikan Rasulullah saw menyeru kepada : mendirikan solat, mengeluarkan zakat, dan nasihat-menasihati.”
Muttafaqun ‘alaih
(Dipetik dari Riyadhus Salihin : 186 dan 187)

Adakalanya terdapat segelintir masyarakat yang tidak senang duduk dengan nasihat dan pedoman tauladan yang dihadiahkan..Kenanglah ia sebagai rahmat sebagai satu Nazratullah kepada kita (pandangan Allah) bermakna kita tidak terabai dari pentadbiran-Nya. Dan bersyukurlah sungguh pun kita terpaksa menerima nasihat yang pahit dengan asbab kesalahan kita sendiri atau tidak.. Jangan sekali-kali menolak teguran yang diberi. Elakkan diri bersifat sepertimana golongan manusia yang disebut dalam Hadith sebagai kumpulan manusia yang tidak dipandang oleh Allah pada hari Kiamat iaitu salah satunya adalah orang miskin yang sombong. Apa signifikannya ‘miskin yang sombong’ ini?


MENILIK DIRI DI CERMIN YANG BERDEBU

Inilah diri kita pada saat ini..miskin yang maha sombong. Samalah seperti orang sesat di padang pasir pada malam seorang diri. Tetapi tidak mahu mengangkat muka ke langit meminta inayah Allah dan panduan bintang-bintang. Lebih malang lagi jika dia mengetuai segerombolan manusia mengembara..sudah tentu akan sesat dan menyesatkan.
Sa’udzubillah min dzalik..
7. dan (ingatlah) ketika Tu
ekadar muhasabah diri al-faqir ini..apakah jawapan lazim kita berikan pada penasihat yang datang kepada kita? “ala...buat hal masing-masing sudahlah...kubur lain-lain..” Betapa hebatnya manusia pada hari ini..lupa kepada kudrat dan iradat dirinya adalah sebenarnya dimiliki sepenuhnya oleh Allah. Lihatlah..Kenanglah..Syukurilah nikmat sebelum kemurkaan-Nya menimpa dirimu dalam keadaan dilaknat..nhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya! jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan Demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar Sesungguhnya azabKu amatlah keras".
(Surah Ibrahim ayat 7)
Mengapa perlu berkata demikian..dan wajarkah ia? Andai jawapannya YA..muhasabahlah diri semoga tidak termasuk dalam golongan yang kebanyakan pada hari kiamat..Amin..Fikirkan,tekunilah..mengapa kita diseru supaya membetulkan saf,dengan meluruskan diri dan membetulkan keadaan orang disebelah kita sebelum memulakan solat berjemaah?


104. dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara Yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). dan mereka Yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.
(Surah Ali Imran : 104)

Tugas para Rasul adalah menyampaikan risalah Tauhid selain membawa rahmat ke seluruh pelosok alam.Demikian juga tugas para golongan berilmu..membawa pedoman dan nasihat kepada ahlinya serta walaupun dicemuh.


14. Wahai orang-orang Yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu Yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka. dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Surah at-Taghabun : 14)

Sabda Nabi saw : “para ulama’ (ilmuwan) adalah pewaris para nabi.”
68. "(Tugasku) menyampaikan kepada kamu akan perintah-perintah (yang diutuskan oleh) Tuhanku, dan Aku adalah pemberi nasihat yang amanah, bagi kamu.
(Surah al-A’raf : 68)


Salam mahabbah
Muhammad Bin Suhaimi
Anjung al-Atrak, Masjid al-Azhar
Kaherah

Eidul Adha di lembah Nil

luvly mum

abawaini habibain

abawaini habibain

tinta murabbi

Mahasiswa adalah aset negara. Hal demikian kerana mahasiswa adalah generasi intelek yang menjadi harapan kepada masyarakat. Kekuatan semangat, intelektual dan idealisme tinggi merupakan kuasa penting mahasiswa. Justeru, hakikat ini perlu disedari dan diimplimentasikan agar kualiti mahasiswa pada hari ini selari dengan harapan masyarakat. Masyarakat juga meyakini, mahasiswa adalah harapan untuk menjadi pemimpin yang berintegriti tinggi.


Oleh itu, skop pemikiran mahasiswa tidak cukup sekadar memikirkan bagaimana hendak hidup kaya raya. Tidak cukup sekadar memikirkan bagaimana membina keluarga bahagia. Tidak memadai sekadar memikirkan design rumah idaman yang ingin dibina satu hari nanti. Akan tetapi, skop pemikiran mahasiswa memerlukan sedikit anjakan agar berjiwa besar. Mahaiswa harus berfikir seperti seorang negarawan. Memikirkan bagaimana halatuju ekonomi negara. Pendidikan bagaimana yang boleh memanusiakan manusia. Halatuju politik bagaimana yang boleh memberi manfaat kepada rakyat. Masyarakat bagaimana yang dicita-citakan.


Mahasiswa tidak boleh bersifat individualistik kerana kita adalah makhluk sosial yang bertanggungjawab sesama masyarakat. Justeru, mahasiswa perlu berfikir bagaimana ingin menjadi generasi yang diimpikan oleh masyarakat sebagaimana yang disebut oleh alQaradhawi sebagai ”generasi kemenangan yang dinanti-nantikan”. Mahasiswa mestilah berfikir sebagai seorang negarawan yang bertanggungjawab membangunkan negara dan memberi manfaat kepada masyarakat.



Ini bukanlah satu angan-angan kosong semata-mata akan tetapi tanggungjawab yang harus difikirkan bersama untuk menyempurnakan amanah Allah kepada hambanya sebagaimana firmanNya dalam al-Quran :



Maksudnya : ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

(al-Dzaariyat : 56)


Firman Allah dalam surah al Baqarah :



Maksudnya :Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

(al-Baqarah : 30)


Mahasiswa tidak boleh mengabaikan tugas memeperhambadakan diri kepada Allah. Pada masa yang sama konsep ibadah yang telah disalah tafsir perlu diperbetulkan. Mahasiswa perlu jelas akan konsep ibadah yang begitu luas. Melksanakan tugasan sebagai seorang negarawan juga adalah ibadah. Pemahaman sebegini sedikit sebanyak dapat meningkatkan motivasi mahasiswa walaupun dari pelbagai aliran pembelajaran dan bidang. Konsep ibadah sebenar adalah konsep yang adil kepada semua. Dengan ini, pemikiran mahasiswa tidak hanya memandang bahawa mereka dari bidang agama sahaja yang paling bertaqwa dan tinggi ibadahnya. Akan tetapi, penguasaan ilmu yang pelbagai kerana Allah serta sesuatu amalan yang memberi manfaat kepada orang ramai juga adalah ibadah besar yang akan mendapat ganjaran dari Allah. Maka beruntunglah mereka yang menguasai pengetahuan teknologi yang boleh memberi manfaat kepada masyarakat. Begitu juga bidang-bidang yang lain seperti ekonomi, pendidikan, undang-undang, kejutureaan dan sebaginya.


Tugas sebagai khalifah juga tidak boleh dilupakan. Sebagaimana disimpulkan oleh al-Mawardi dalam kitabnya yang mahsyur, Ahkam Sultaniyyah. Tugas utama khalifah ialah :


”Menegakkan agama serta mentadbir dunia dengan agama”


Tugas tersebut perlu disempurnakan. Mahasiswa Islam tidak boleh menganggap sudah melaksanakan tugas menegak agama dengan sekadar slogan yang dilaungkan. Akan tetapi mahasiswa Islam perlu berfikir bagaimana agama hendak diimplimentasikan dalam mentadbir dunia yang juga adalah amanah seorang hamba daripada Allah. Tugas ini selalu diabai dan dikesampingkan walhal ianya juga adalah amanah Allah kepada manusia.



Justeru, mahasiswa perlu berjiwa negarawan yang merasakan bahawa amanah memimpin Malaysia adalah salah satu amanah dari Allah. Islam tidak sekadar anugerah Allah kepada individu akan tetapi perlu diadaptasikan agar bertepatan dengan nilai Islam sebagai ”rahmatan lil ’alamin”. Ibadah itdak boleh diabaikan dan perlu diluaskan maksudnya agar selari dengan konsepnya yang sebenar. Pada masa yang sama tugas kekhalifahan tidak boleh dikesampingkan. Mahasiswa harus memikirkan bagaimana hendak mengibadahkan khilafah dan pada masa yang sama mengkhilafahkan ibadah. Pemikiran sebegini harus di bina sejak awal lagi. Mana mungkin Sultan Muhammad al-Fateh akan berjaya membuka Constantinople sekiranya jiwanya tidak dipasak awal bahawa ”akulah pembuka Constantinople”. Hasil jiwanya yang dipasak kuat sejak kecil, maka semangat juangnya tidak terpadam dalam perjuangan membuka Constantinople walaupun cabaran yang dihadapinya begitu besar.